• Breaking News

    Sajian Berita Populer

    Senin, 06 Maret 2017

    Ternyata ini Fakta-fakta Rapat Pleno KPU yang Ditinggalkan Ahok-Djarot

     
     
    Sikap pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) yang meninggalkan rapat pleno penetapan hasil putaran pertama Pilgub DKI pada Sabtu 4 Maret, menuai sorotan. KPU DKI sudah meminta maaf karena acara molor dari jadwal. Tapi ada keterangan berbeda antar kedua pihak.
    "Ketua dan anggota KPU DKI Jakarta beserta jajarannya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Basuki T Purnama dan Bapak Djarot Saiful Hidayat atas insiden keterlambatan memulai acara selama 30 menit, dan bertekad untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan acara berikutnya," ucap Humas KPU DKI dalam keterangan tertulis, Senin (6/3).
    Berikut fakta versi KPU DKI dan versi Ahok-Djarot:
    1. Kedatangan Djarot
    KPU: Djarot datang pukul 19.00 WIB langsung masuk ke Ruang Flores Hotel Borobudur, tempat diselenggarakannya acara. Tidak lama kemudian Djarot keluar ruangan bersama tim kampanyenya. Panitia KPU DKI tidak mengetahui ke mana Djarot pergi, KPU juga tak tahu ada ruangan yang disewa Ahok-Djarot.
    Ahok-Djarot: Djarot datang pukul 18.30 WIB langsung masuk ke ruang VVIP (tempat makan) yang berada di sebelah Ruang Flores. Namun suasana masih sepi, sehingga Djarot menuju ke ruangan yang disewa timnya di lantai 2 tak jauh dari Ruang Flores untuk jumpa pers setelah acara.
    2. Kedatangan Ahok
    KPU: Kedatangan Ahok tidak diketahui oleh KPU. Petugas KPU yang berada di sekitar ruang Flores tidak melihat kedatangan Ahok.
    Ahok-Djarot: Ahok datang pukul 18.55 WIB lewat lobi utama. (Lobi masuk Ahok ini berbeda dengan lobi yang dilalui Djarot, Sandi dan Anies yaitu lobi lain yang lebih dekat ke Ruang Flores). Begitu datang, Ahok langsung ke lantai 2 menyusul Djarot setelah diberitahu acara belum dimulai.
     
    3. Komunikasi KPU dan Tim Ahok
    KPU: Pukul 19.30 WIB panitia KPU berusaha menghubungi tim penghubung Ahok-Djarot bernama Irvan Habibi, namun tidak berhasil sehingga rapat belum bisa dimulai, menunggu hingga semua paslon ada di dalam ruang rapat.
    Ahok-Djarot: Irvan Habibi membantah sulit dihubungi sebelum acara, karena HP miliknya selalu aktif. Irvan mengaku dihubungi panitia KPU bernama Dita pukul 16.44 WIB melalui whatsapp. Dijawab pukul 16.47 WIB, bahwa Ahok-Djarot akan datang.
    Penghubung lain antara kubu Ahok-Djarot dengan KPU DKI yakni anggota DPRD bernama Merry Hotma. Dia menunggu di Ruang Flores, tapi hingga pukul 19.45 WIB tidak ada pemberitahuan bahwa acara akan mulai. Merry sama sekali tidak dihubungi oleh panitia KPU DKI. 
     
    4. Ahok-Djarot Protes
    KPU: Pukul 19.50 WIB Ahok-Djarot masuk ke ruang Ballroom bertemu dengan salah satu komisioner KPU DKI dan langsung melakukan protes, lalu masuk ke ruang VIP khusus undangan KPU dan kembali melakukan protes kepada Ketua KPU DKI karena acara belum dimulai. Ahok meninggalkan ruangan pukul 19.55 WIB untuk jumpa pers.
    Ahok-Djarot: Karena acara tak kunjung mulai, Ahok-Djarot turun ke ruangan Flores pada pukul 19.50 WIB. Keduanya juga sempat ke ruangan VVIP yang berada di sebelah Ruang Flores. Mereka sempat duduk sekitar 5 menit tapi kemudian kembali ke lantai 2 karena acara tak kunjung dimulai. 
     
    5. Penyebab Ahok-Djarot Keluar
    KPU: Terjadi kesalahpahaman dan miss communication karena KPU DKI berusaha menghubungi tim Ahok-Djarot namun tidak dapat dihubungi saat itu. KPU tidak tahu kedatangan Ahok-Djarot, sehingga acara telat karena menunggu Ahok-Djarot.
    Ahok-Djarot: Hingga pukul 20.00 WIB, Ahok dan Djarot tidak melihat tanda-tanda acara akan dimulai. Keduanya memutuskan meninggalkan acara dan kembali ke ruangan konferensi pers di lantai 2 untuk mengumumkan mereka batal hadir di rapat pleno. 
     
    Berlangsungnya Rapat Pleno:
    1. Acara telat 35 menit. Dalam jadwal pukul 19.30 WIB, namun dimulai pukul 20.05 WIB. Acara pleno resmi dimulai 10 menit setelah Ahok-Djarot meninggalkan ruangan.
    2. Pleno penetapan pasangan calon tetap berlangsung. Ahok-Djarot diwakili oleh timses Charles Honoris dan Tb Ace Hasan.
    3. KPU mengakui kesalahpahaman dan meminta maaf atas keterlambatan itu, KPU juga bertekad akan melakukan perbaikan untuk acara berikutnya
     
    sumber : kumparan.com 
     
     
     
    NONTON GRATIS VIDEO HOT
    Link Banner

    Sponsor

    Beauty

    Travel